Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 09 Januari 2011

Tak Blokir Pornografi, BlackBerry Terancam Ditutup

Jumat, 7 Januari 2011 | 18:49 WIB
AP PHOTO
JAKARTA, KOMPAS.com — Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring kembali menegaskan agar Research In Motion (RIM) sebagai penyedia layanan BlackBerry di Indonesia untuk segera memblokir konten pornografi.
"Dalam beberapa pekan ini, RIM harus sudah menutup situs konten pornografi atau kalau tidak, kita akan tutup," kata Tifatul seusai melantik para pejabat eselon I Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) di Jakarta, Jumat (7/1/2011).
Menurut dia, penutupan itu akan dilakukan bila RIM tidak mematuhi dan menaati peraturan perundang-undangan yang telah berlaku di Indonesia. Ia juga menyatakan, sejumlah operator pelayanan yang terdapat di Indonesia juga telah diinformasikan mengenai hal itu dan tidak menyatakan keberatannya.
Sebelumnya, Menkominfo juga telah mengancam untuk menutup layanan RIM tersebut pada tanggal 31 Agustus 2010. "Kami sudah memanggil RIM yang sudah bekerja sama dengan enam operator di Indonesia," kata Tifatul di Jakarta, ketika itu.
Ia mengatakan, bila ternyata konten pornografi internet masih dapat diakses melalui BlackBerry, pihaknya akan dengan tegas memberikan teguran kepada pabrikan ponsel pintar tersebut. Pemblokiran situs porno, menurut Menteri, merupakan amanah Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, khususnya Pasal 18 dan 19.
Pasal itu pada intinya mengamanatkan bahwa pemerintah memiliki kewenangan untuk melakukan pemutusan jaringan pembuatan dan penyebarluasan produk pornografi atau jasa pornografi, termasuk pemblokiran pornografi melalui internet. "RIM harus menaati aturan itu, kalau tidak, itu berarti mereka melanggar undang-undang kita," katanya.

Jumat, 07 Januari 2011

KOMPAS.com — Minggu lalu Nintendo mengeluarkan peringatan bahaya kerusakan mata bagi anak-anak yang berusia di bawah enam tahun yang memainkan konsol permainan 3 dimensi.
Dalam pernyataan resmi di situs web-nya, Nintendo memperingatkan, pengguna anak-anak yang belum berusia enam tahun dapat mengalami hambatan perkembangan mata setelah menggunakan fungsi 3 dimensi pada produk terbaru Nintendo yang tidak memerlukan kacamata khusus untuk menghasilkan efek tiga dimensi.
Peringatan ini bukan yang pertama kali karena awal tahun lalu Samsung juga pernah mengeluarkan peringatan serupa yang menggarisbawahi potensi bahaya teknologi 3 dimensi bagi wanita hamil, orang tua, anak-anak, dan orang dengan kondisi medis serius.
Pada April 2010 Samsung—yang produk tiga dimensinya masih memerlukan kacamata khusus—mengungkapkan bahwa teknologi 3D bisa memicu serangan pada penderita epilepsi atau meyebabkan gangguan penglihatan dan pusing, kram, kejang, serta gerakan tanpa sadar seperti kedutan pada mata atau otot.
Lalu, benarkah teknologi 3D memang berbahaya?
Para ahli mata meragukan peringatan tersebut. Gail Stephenson, Kepala Direktorat Ilmu Penglihatan dan Ortoptik Universitas Liverpool, mengatakan, "Sampai saat ini belum ada riset ataupun bukti ilmiah yang layak yang menunjukkan bahwa teknologi 3D dapat merusak mata anak-anak ataupun orang dewasa".
Gail menambahkan, pada aktivitas lain yang dilakukan dalam waktu lama seperti menonton televisi selama berjam-jam, orang juga akan mengalami gejala yang sama sakit kepala, penglihatan kabur, dan disorientasi. "Jadi, saya pikir pesan yang hendak disampaikan dari peringatan itu adalah harus ada waktu untuk mengistirahatkan mata saat menikmati teknologi 3D." Nintendo pun memberi saran serupa kepada pengguna konsol permainan terbarunya untuk mengistirahatkan mata setiap 30 menit.  (The Telegraph)

Kamis, 06 Januari 2011

Xperia Arc Hadir dengan Android 2.3

Kamis, 6 Januari 2011 | 10:51 WIB
SONY ERICSSON
Sony Ericsson Xperia Arc.
JAKARTA, KOMPAS.com — Sesuai dengan janjinya akan mengusung smartphone dengan teknologi terbaru mulai tahun ini, Sony Ericsson memperkenalkan Xperia Arc. Smartphone yang ditujukan untuk memberikan pengalaman multimedia istimewa ini menggunakan platform Android 2.3 yang dikenal juga dengan nama Gingerbread.
Xperia Arc merupakan produk pertama dari generasi terbaru smartphone Xperia yang diumumkan pada tahun 2011. Bukan hanya dengan versi Android terbaru, ponsel pintar ini juga didukung teknologi termutakhir Sony yang telah sukses digunakan di produk elektronika lainnya.
"Kami memulai tahun 2011 dengan mantap melalui produk Xperia kami yang paling menarik untuk saat ini. Xperia Arc menggabungkan teknologi paling mutakhir dari Sony dengan desain yang menakjubkan untuk menghibur dan memukau konsumen. Semua menggunakan keluaran terbaru Android," kata Djunadi Satrio, Head of Marketing Sony Ericsson Indonesia, dalam rilis persnya hari ini, Kamis (6/1/2011).
Kualitas tampilan di layarnya didukung teknologi Sony Reality Display dengan Mobile BRAVIA Engine yang menghasilkan visual cemerlang. Kamera 8,1 MP menggunakan sensor ponsel Exmor R dengan lensa f/2.4 dari Sony yang telah memenangi penghargaan untuk merekam video HD. Semua gambar dan video dapat ditampilkan secara HD di monitor TV via built in HDMI-connector.
Xperia Arc hadir dengan desain super tipis dan ringan, dengan ketebalan 8,7 mm di bagian yang paling tipis dan memiliki layar multi-touch selebar 4,2 inci. Meski ramping, bahan yang dipakai dijamin kuat sehingga membuatnya tetap tangguh.
Produk ini tersedia di pasar Indonesia mulai kuartal pertama tahun ini dengan pilihan warna midnight blue dan misty silver.
Spesifikasi utama Sony Ericsson Xperia Arc
Sistem operasi: Google Android 2.3
Prosesor: 1 GHz Qualcomm
Internal memory: 512 MB
External memory: support micro SD 32 GB
External memory di paket: microSD 8 GB
Koneksi jaringan: UMTS HSPA GSM GPRS/EDGE
Kamera: 8.1 megapiksel
Layar: Sony Mobile Bravia Engine 16 juta warna TFT kapasitif multi-touch 4.2 inci 854 x 480 piksel (FWVGA)